SEMARANG (iPOLICENews) – Mulai dari isu underpaid internship, sistem bubble Startup hingga isu layoff karyawan besar-besaran tak henti-hentinya mewarnai pasar Startup Indonesia.
Per Mei 2022, isu layoff besar-besaran ternyata benar terjadi. Perusahaan Startup mulai dari Zenius, LinkAja, si Cepat dan JD.id secara kompak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawannya.
Sebanyak 25% karyawan atau kurang lebih 200 pekerja perusahaan Startup teknologi edukasi Zenius melakukan pemutusan hubungan kerja. Pihak Startup Zenius menyatakan alasan dibalik pemutusan kerja ini karena perusahaan tengah mengalami keadaan krisis ekonomi makro terburuk dalam beberapa dekade terakhir.
Berbeda dengan Zenius, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja melakukan PHK dengan alasan perusahaan tengah melakukan perubahan signifikan dalam penyesuaian bisnisnya.
Isu PHK ini disusul dengan isu ledakan gelembung (bubble burst). Ledakan gelembung tidak hanya terjadi di perusahaan Startup Indonesia, namun juga terjadi di seluruh belahan dunia.
Bubble burst merupakan fenomena pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan nilai pasar, terutama aset naik secara cepat. Namun hal ini juga dibarengi dengan kejatuhan yang relatif cepat. Fenomena bubble burst muncul dibarengi dengan menjamurnya perusahaan Startup dan disusul dengan banyaknya Startup yang gulung tikar.
Gelembung (bubble) tercipta oleh adanya lonjakan harga aset dan didorong oleh euforia masyarakat. Saat fenomena ini terjadi, aset diperdagangkan pada kisaran harga yang melebihi nilai intrinsiknya.
Menilik penelitian Hyman P. Minsky (2008), terdapat lima tahapan terjadinya bubble burst.
Pemindahan
Tahap ini terjadi saat para investor menemukan cara pandang baru terhadap hal apa saja. Seperti teknologi baru dan produk baru, atau menemukan sudut pandang historis dalam suku bunga rendah.
Ledakan
Saat harga mulai naik, perusahaan akan mendapatkan momentum karena lebih banyak investor memasuki pasar. Hal ini memberikan panggung bagi perusahaan untuk booming.
Euforia
Saat euforia datang melanda dan harga aset naik, kehati-hatian investor dapat diabaikan.
Profit-Taking
Tidak mudah mengetahui kapan bubble burst akan terjadi. Namun jika sudah terjadi, tidak akan ada kesempatan untuk mengembang kembali. Namun perusahaan yang bisa lebih dini mengidentifikasi tanda-tanda bubble burst dapat menyelamatkan asetnya dengan cara menjual kepemilikan.
Panik
Pada awalnya harga aset meroket naik, namun secara mendadak turun drastis. Harga aset turun akibat penawaran melebihi permintaan.
Fenomena bubble burst di Indonesia terjadi oleh Startup yang timbul tenggelam. Perusahaan-perusahaan ini banyak melakukan perekrutan karyawan dengan strategi bakar uang, dan disisi lain melakukan banyak PHK.
Strategi bakar uang ini terjadi karena perusahaan Startup masih sangat bergantung pada pendanaan VC atau pendanaan lainnya. Kondisi ini dikhawatirkan akan menyulitkan Indonesia dalam memulihkan keadaan ekonominya.
Badai PHK sebelumnya telah terjadi di banyak perusahaan teknologi di Silicon Valley. Bukan hanya Startup rintisan, namun juga Startup yang telah mencapai level unicorn. Namun, isu layoff perusahaan ini tidak menandai suatu perusahaan Startup senantiasa merugi.
Ada perusahaan yang memang membutuhkan rekonstruksi akibat adanya tumpang tindih fungsi. Atau juga diakibatkan oleh seringnya melakukan merger, sehingga dibutuhkan penyesuaian struktur didalam perusahaan.
Bubble burst bisa terjadi karena ekspektasi tinggi investor. Terutama apabila ekspektasi ini berhubungan dengan potensi perusahaan terhadap sebuah industri, serta kemampuan mereka menghasilan pendapatan berjangka pendek.
Dilihat dari sisi fundamental, sebagian Startup masih merugi dan juga tidak memiliki daya saing. Nilai saham yang dimiliki dapat dikatakan overvalue.
Untuk menanggulangi bubble burst yang mungkin semakin melebar, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Startup, diantaranya,
– Mengkaji ulang target pasar
– Merubah bisnis model apabila dinilai tidak memiliki prospek pasar yang kompetitif
– Lebih fokus pada inovasi layanan atau produk, melakukan kolaborasi dengan pihak potensial
– Menurunkan target pertumbuhan secara wajar atau organik
– Memprioritaskan tim manajer yang solid, dibanding hanya mencari pendanaan, namun produk tidak laku di pasaran.
Tidak hanya bubble burst, ada juga faktor lain yang bisa menyebabkan perusahaan Startup secara kompak melakukan PHK.
Kegagalan perusahaan Startup bisa diakibatkan oleh faktor manajerial dan kurangnya fokus dalam menjalankan bisnisnya. Kehabisan dana dan tidak adanya kebutuhan pasar juga menjadi faktor yang lain.
Disisi lain, CB Insight telah merilis beberapa penyebab kegagalan suatu Startup, diantaranya :
– Tidak ada kebutuhan pasar (42%)
– Kehabisan uang (29%)
– Komposisi tim tidak tepat (23%)
– Kalah dalam kompetisi (19%)
– Harga atau biaya tanggungan (18%)
– Produk yang tidak ramah pengguna (17%)
– Produk tanpa model bisnis (17%)
– Pemasaran yang buruk (14%)
– Mengabaikan pelanggan (14%)
– Produk diluncurkan di waktu yang tidak tepat (13%)
– Kehilangan fokus (13%)
– Ketidakharmonisan antar tim atau dengan investor (13%)
– Pivot berakhir buruk (10%)
– Kehilangan passion (9%)
– Ekspansi gagal (9%)
– Tidak ada pendanaan atau ketertarikan dari investor (8%)
– Masalah hukum (8%)
– Tidak menggunakan jaringan (8%)
– Burnout (8%)
– Tidak bisa pivot (7%)
Badai PHK yang terjadi di perusahaan Startup Indonesia tidak hanya disebabkan oleh bubble burst, namun bisa terjadi karena banyak faktor di dalam perusahaan. Indonesia merupakan negara di urutan kelima yang memiliki banyak perusahaan Startup.
Jumlah perusahaan Startup di Indonesia sendiri mencapai 2.100 perusahaan. Enam diantara 2.100 perusahaan tersebut telah menyandang status perusahaan unicorn, dan dua diantaranya menyandang status decacorn.
Oleh: Riza Avita Lilyani, mahasiswi Universitas Wahid Hasyim Semarang.








Would you like to send targeted messages to website owners, just like this one?
Contact Page Marketing..
We will deliver your message to website owners, excellent for B2B products.
https://cutt.ly/ChatToUs
Hi,
I wanted to introduce to you the largest online digital marketplace for freelance services. We have so many freelancer gigs to choose from that start as low as $5!!
Whether you’re looking for a virtual assistant, website and logo design, social media manager, resume writer, data entry, digital marketing or a simple website audit – we’ve got you covered.
Check out our top freelancers: https://bit.ly/FreelancerMarket
We’re excited to offer you the opportunity to see our budget friendly freelancers!
Best regards,
Joanna Ratcliffe
Freelancer Marketplace
DataList2023.com