TEKNOLOGI (iPOLICENews) – CEO TikTok, Shou Zi Chew, dijadwalkan akan bertemu dengan para pemimpin Uni Eropa (UE) dalam pertemuan yang berlangsung pada hari Senin, 6 November, dan Selasa, 7 November 2023. Pertemuan tersebut menjadi tanggapan terhadap kekhawatiran terkait disinformasi dan peraturan konten online UE yang baru.
Dilansir dari Reuters, Shou Zi Chew akan mengadakan pertemuan dengan kepala industri UE, Thierry Breton, kepala digital UE, Vera Jourova, dan kepala antimonopoli UE, Didier Reynders, di Brussels minggu depan, demikian diumumkan oleh TikTok pada hari Jumat sebelumnya.
Perlu diingat bahwa TikTok memiliki pusat data di Dublin, Irlandia, dan saat ini sedang membangun dua pusat data tambahan, satu di Irlandia dan satu lagi di Norwegia.
Selama pertemuan tersebut, Chew juga diharapkan memberikan informasi mengenai ketaatan TikTok terhadap peraturan konten online UE yang baru, yang dikenal sebagai Undang-Undang Layanan Digital. Undang-Undang tersebut mengharuskan perusahaan teknologi besar untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut dalam memerangi konten online yang ilegal dan berbahaya di platform mereka. Hal ini disampaikan oleh juru bicara TikTok.
Thierry Breton, pada bulan lalu, memberikan batas waktu hingga tanggal 25 Oktober kepada TikTok untuk memberikan informasi terkait langkah-langkah respons krisis mereka. Dia juga memerintahkan perusahaan tersebut untuk memberikan rincian lebih lanjut pada tanggal 8 November mengenai langkah-langkah yang diambil untuk melindungi integritas pemilu dan melindungi anak di bawah umur secara online di platform TikTok.







