Temanggung (iPOLICENews) — Penyebab tewasnya sekeluarga yang terdiri dari empat orang saat berkemah di Taman Wisata Alam Posong, Temanggung, Jawa Tengah (27/5 ), akhirnya terungkap.
Pihak kepolisian memastikan keempat korban meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) yang berasal dari tungku berbahan arang yang digunakan di dalam tenda yang tertutup.
Empat korban yang ditemukan meninggal dunia tersebut adalah Muhammad Ali Munawar (52), Alvino Evan Hakim (17), Bagas Amar Hakiki (21), dan Maghfirah (43).
Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini mengatakan bahwa tungku dari tanah liat yang ditemukan di lokasi awalnya digunakan untuk penghangat tubuh, namun dari pemeriksaan selanjutnya yang ditemukan pada foto-foto di ponsel milik korban ternyata tungku tersebut juga digunakan untuk membakar pisang.
“Tujuannya untuk penghangat. Namun dalam foto-foto korban, dalam handphone korban didapati korban menggunakan ini untuk membakar pisang. Kita tampilkan tadi, di atas tungku korban meletakkan pisang, mungkin membuat pisang bakar,” kata Zamrul dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Tengah kemarin siang.
Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah mengambil langkah melakukan simulasi di lokasi kejadian untuk memastikan penyebab kematian keempat orang tersebut.
Kasubbid Kimbio Bid Labfor Polda Jateng AKBP Ibnu Sutarto menjelaskan bahwa pada simulasi pertama dengan menempatkan sumber pembakaran di teras tenda dalam kondisi pintu tenda terbuka.
Hasilnya, kadar karbon monoksida di dalam tenda terus meningkat dan mencapai lebih dari 200 part per million (ppm) dalam waktu sekitar satu jam.
“Itu di dalam kurun waktu sekitar satu jam dengan posisi pembakaran di luar ruangan, itu dalam ruangan sudah terdeteksi. Setiap kenaikan lima menit kita pantau, sampai satu jam itu sudah mencapai 200 lebih ppm CO-nya,” ujar Ibnu.
Kemudian dilakukan uji lanjutan dengan kondisi yang menyerupai situasi saat kejadian dan dalam simulasi tersebut, kadar karbon monoksida di dalam tenda tercatat melonjak hingga sekitar 2.000 ppm dalam waktu yang hampir sama.
Temuan itu menguatkan kesimpulan bahwa sumber gas beracun yang menyebabkan kematian empat orang korban adalah berasal dari arang yang dibakar di dalam atau di sekitar tenda.
“Kurang lebih satu jam juga di dalam tenda terdeteksi sekitar 2.000 ppm. Kondisi udara di dalam tenda mengandung gas CO. Dari situ kita juga yakin kalau sumber gas yang meracuni korban adalah dari arang untuk pembakarannya,” kata dia.
Karbon monoksida merupakan gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau, paparannya yang dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan seseorang menjadi pusing, kehilangan kesadaran, hingga kematian, terutama jika terjadi di ruang tertutup.
(Tim/ IPN)







