Jakarta (iPOLICENews) – Beredar Di media sosial, beredar narasi yang mengeklaim bahwa jaringan listrik di seluruh dunia akan padam mulai 18 Juli 2026. Pemadaman listrik itu disebut terjadi selama sembilan hari dan dikaitkan dengan agenda 2030. Selama 9 Hari Mulai 18 Juli 2026
Penjelasan
Faktanya setelah menelusuri unggahan narasi tersebut melalui Google Search dengan memasukkan kata kunci terkait. Hasilnya, situs pengecekan fakta terbesar di Brasil, Boatos.org pernah menerbitkan artikel dengan narasi yang sama berjudul, “It is false that a 9-day global blackout will occur in July 2026” pada Selasa, 26 Mei 2026.
Dalam artikel tersebut, narasi pemadaman listrik secara global mulai 18 Juli 2026 juga dibagikan di media sosial Brasil dalam bentuk video pendek, sehingga menimbulkan kepanikan kolektif. Pemadaman listrik secara global itu dikaitkan dengan agenda 2030 yang dirahasiakan dan dibagikan dalam berbagai bahasa. Setelah dilakukan penelurusan lebih lanjut, dipastikan bahwa narasi pemadaman listrik secara global selama 9 hari mulai 18 Juli 2026 tidak benar atau hoaks.
Pola seperti ini bukan kali pertama terjadi di internet. Sebelumnya, narasi pemadaman listrik selama 7 hari mulai 20 Februari 2026 juga pernah beredar di media sosial. Pada saat itu, Manajer Komunikasi dan tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari membantah narasi tersebut.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta , unggahan dengan narasi pemadaman listrik secara global selama 9 hari mulai 18 Juli 2026 tidak benar atau hoaks. Klaim tersebut hanya mengandalkan teori konspirasi tanpa didasari temuan ilmiah dan teknis yang resmi.
(Yd-IPN/TBNews).







