KESEHATAN (iPOLICENews) – Batu ginjal menjadi salah satu gangguan saluran kemih yang cukup banyak dialami masyarakat. Selama ini, banyak orang menganggap kurang minum air putih sebagai penyebab utama batu ginjal. Namun, para ahli menegaskan bahwa pola makan juga memiliki peran besar dalam meningkatkan maupun menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal.
Batu ginjal terbentuk ketika zat-zat seperti kalsium, oksalat, dan asam urat mengendap di dalam ginjal hingga membentuk kristal. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan nyeri hebat, gangguan saat buang air kecil, hingga komplikasi pada saluran kemih.
Ahli gizi ginjal dari Kidney Care UK, Dr. Katherine Dukic, mengatakan beberapa jenis makanan dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal, terutama bila dikonsumsi secara berlebihan.
“Garam meningkatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan melalui urine. Semakin banyak kalsium di urine, semakin tinggi risiko terbentuknya batu ginjal,” ujar Dr. Katherine Dukic.
Menurutnya, makanan dengan kandungan garam atau natrium tinggi menjadi salah satu pemicu utama. Makanan olahan, makanan cepat saji, camilan asin, hingga bumbu instan sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urine.
Selain garam, makanan yang mengandung oksalat tinggi juga perlu diperhatikan. Oksalat merupakan senyawa alami yang dapat berikatan dengan kalsium di dalam urine dan membentuk batu ginjal pada sebagian orang.
Beberapa makanan yang kaya oksalat antara lain:
- Bayam
- Bit
- Kacang-kacangan
- Cokelat
- Teh hitam
Meski demikian, Dr. Dukic menegaskan makanan tersebut tidak harus dihindari sepenuhnya. Mengonsumsinya bersamaan dengan makanan yang kaya kalsium justru dapat membantu mengurangi penyerapan oksalat di dalam tubuh.
Faktor lain yang juga meningkatkan risiko batu ginjal adalah konsumsi protein hewani secara berlebihan, seperti daging merah, ayam, ikan, maupun telur.
“Protein hewani dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kadar kalsium dan asam urat dalam urine, sekaligus menurunkan kadar sitrat yang membantu mencegah pembentukan batu,” jelasnya.
Bagi penderita yang sering mengalami batu ginjal, ia menyarankan konsumsi protein hewani dibatasi sekitar 40–50 gram per hari, sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga medis.
Makanan yang Dapat Membantu Mencegah Batu Ginjal
Di sisi lain, terdapat sejumlah makanan yang justru bermanfaat untuk menurunkan risiko pembentukan batu ginjal.
Dr. Dukic menjelaskan bahwa makanan kaya kalsium, seperti susu, yogurt, keju, dan produk olahan susu lainnya, tetap penting dikonsumsi. Meski sebagian besar batu ginjal mengandung kalsium, bukan berarti mineral tersebut harus dihindari.
Menurutnya, kalsium dari makanan mampu mengikat oksalat di dalam usus sehingga tidak banyak diserap tubuh dan akhirnya tidak mengendap di ginjal.
“Kalsium sebaiknya diperoleh dari makanan, bukan dari suplemen, kecuali memang dianjurkan oleh dokter,” katanya.
Selain itu, pola makan yang kaya buah, sayur, dan serat juga terbukti membantu menjaga kesehatan ginjal.
Dr. Dukic juga menyarankan menambahkan perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam air minum maupun makanan. Buah sitrus mengandung sitrat, yaitu senyawa alami yang dapat menghambat pembentukan batu ginjal.
Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) bahkan merekomendasikan menambahkan sekitar 60 mililiter air perasan lemon atau jeruk nipis ke dalam satu liter air minum sebagai salah satu upaya membantu mencegah batu ginjal.
Pria Lebih Berisiko Terkena Batu Ginjal
Dr. Dukic mengungkapkan bahwa pria memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi mengalami batu ginjal dibandingkan perempuan sepanjang hidupnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi kombinasi faktor biologis dan gaya hidup. Pria umumnya mengonsumsi lebih banyak protein hewani dan garam, serta lebih rentan mengalami obesitas dan diabetes pada usia yang lebih muda.
Selain itu, pria juga cenderung mengeluarkan lebih banyak kalsium dan oksalat melalui urine, sehingga peluang terbentuknya batu ginjal menjadi lebih besar.
Sebagai langkah pencegahan, Dr. Dukic menekankan pentingnya menerapkan pola makan seimbang, membatasi konsumsi garam, memperbanyak buah dan sayuran, serta mencukupi kebutuhan cairan setiap hari agar urine tetap encer.
“Langkah pencegahan terbaik adalah menjaga pola makan yang sehat dan memenuhi kebutuhan cairan setiap hari agar risiko terbentuknya batu ginjal dapat ditekan,” pungkasnya.
Selain itu, para ahli kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti nyeri hebat di pinggang, urine berdarah, nyeri saat buang air kecil, atau mual dan muntah, karena kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya batu ginjal yang memerlukan penanganan medis segera. (RED)







