Jangan Salah Waktu! Dokter Ungkap Jam Terbaik Olahraga agar Perut Buncit Cepat Kempes

KESEHATAN (iPOLICENews) – Perut buncit kerap menjadi masalah yang sulit diatasi meski seseorang telah rutin berolahraga. Namun, menurut para ahli, keberhasilan mengurangi lemak di area perut tidak hanya ditentukan oleh jenis latihan, tetapi juga waktu berolahraga serta pola makan setelahnya.

Dokter Danielle Kelvas mengungkapkan bahwa berolahraga pada pagi hari berpotensi memberikan hasil yang lebih optimal dalam membantu menurunkan berat badan sekaligus mengurangi lemak perut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa aktivitas fisik kapan pun tetap jauh lebih baik dibandingkan tidak berolahraga sama sekali.

“Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga di pagi hari merupakan waktu yang optimal untuk menurunkan indeks massa tubuh (BMI) karena membantu memulai metabolisme,” ujar Dr. Danielle Kelvas.

Menurut Kelvas, waktu terbaik untuk berolahraga adalah antara pukul 07.00 hingga 09.00 pagi. Pada rentang waktu tersebut, metabolisme tubuh dinilai lebih mudah “terbangun” sehingga pembakaran kalori dapat berlangsung lebih efektif sepanjang hari.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hasil terbaik tetap bergantung pada konsistensi seseorang dalam menjalani gaya hidup sehat.

“Olahraga kapan pun tetap lebih baik daripada tidak berolahraga sama sekali,” tegasnya.

Sarapan Setelah Olahraga Tak Kalah Penting

Selain memilih waktu olahraga yang tepat, Kelvas juga menyoroti pentingnya menu sarapan setelah berolahraga.

Ia mengimbau masyarakat menghindari makanan dan minuman tinggi gula seperti muffin, pancake, jus buah kemasan, maupun kopi dengan tambahan gula berlebihan karena dapat menghambat upaya penurunan berat badan.

Sebagai gantinya, Kelvas menyarankan mengonsumsi makanan tinggi protein tanpa lemak untuk membantu memperbaiki jaringan otot sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.

“Telur menjadi pilihan yang baik bagi sebagian besar orang, kecuali mereka yang sedang berupaya menurunkan kadar kolesterol,” jelasnya.

Selain telur, ia juga menyebut bakon atau sosis tanpa kandungan nitrat dapat menjadi alternatif, meskipun tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Pilih Karbohidrat yang Lebih Sehat

Bagi yang tetap ingin mengonsumsi karbohidrat saat sarapan, Kelvas menyarankan memilih steel-cut oats dibandingkan oatmeal instan yang umumnya mengandung tambahan gula.

Pilihan lain adalah yoghurt tanpa pemanis yang dipadukan dengan sedikit madu atau potongan buah segar sebagai sumber protein dan serat.

Kelvas juga mengaku menerapkan pola intermittent fasting dengan berpuasa sekitar 16 jam setiap hari. Saat perut masih kosong, ia mengonsumsi minuman probiotik seperti kombucha dan Japanese koso untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Menurutnya, beberapa penelitian menunjukkan probiotik lebih efektif dikonsumsi saat perut kosong sehingga bakteri baik dapat bekerja secara optimal di usus.

Selain itu, ia membatasi konsumsi kopi maksimal dua cangkir setiap hari sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Jangan Terpaku pada Angka Timbangan

Sementara itu, dokter Farrell mengingatkan bahwa keberhasilan menurunkan berat badan tidak seharusnya hanya diukur dari angka pada timbangan.

Menurutnya, berkurangnya massa otot dapat menyebabkan tubuh membakar lebih sedikit kalori setiap hari, meski pola makan tidak berubah. Selain itu, perubahan nafsu makan sering kali membuat seseorang tidak menyadari bahwa asupan kalorinya justru meningkat.

“Komposisi tubuh dan pola makan sehari-hari memberikan gambaran yang lebih akurat dibandingkan hanya melihat angka timbangan,” jelas dr. Farrell.

Ia menyarankan masyarakat lebih fokus pada perubahan komposisi tubuh, seperti berkurangnya lingkar pinggang, meningkatnya massa otot, serta kebugaran fisik secara keseluruhan.

Konsistensi Tetap Menjadi Kunci

Sejumlah penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa olahraga aerobik seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, atau berenang yang dipadukan dengan latihan kekuatan (strength training) merupakan kombinasi paling efektif untuk membantu mengurangi lemak tubuh, termasuk lemak visceral yang menumpuk di area perut.

Para ahli menegaskan bahwa tidak ada cara instan untuk mengecilkan perut buncit. Waktu olahraga memang dapat memberikan keuntungan, tetapi hasil yang optimal hanya bisa diperoleh melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, mulai dari rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan tidur, mengelola stres, hingga menjaga asupan kalori harian agar sesuai dengan kebutuhan tubuh. (RED)

Halaman ini telah dilihat: 9 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *