SEMARANG (iPOLICENews) – Perubahan yang dinamis dalam berbisnis berakibat pada aktivitas dalam suatu instansi yang diharuskan untuk mengikuti perubahan.
Perubahan ini secara tidak langsung mendorong sumberdaya manusia yang terdapat pada instansi untuk bekerja lebih baik lagi. Namun tak jarang dalam proses bisnis yang dinamis itu, konflik kerja tidak dapat dihindari.
Konflik kerja dapat menimbulkan dampak yang negatif. Apabila tidak dikelola dengan baik, maka akan berakibat buruk.
Strategi manajemen konflik dalam organisasi atau perusahaan saat menetapkan penyelesaian atau manajemen konflik dalam organisasi maupun perusahaan, ada strategi dan cara yang bisa dilakukan agar proses manajemen konflik bisa tepat sasaran.
Proses ini tentunya penting untuk diperhatikan agar perusahaan tidak salah langkah dalam upaya meredakan konflik yang terjadi.
Berikut ini adalah strategi manajemen konflik yang bisa dipraktikkan oleh perusahaan untuk penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.
1. Pengenalan
Sebelum mengambil langkah atas apa yang perlu dilakukan, ada baiknya untuk mengenali apa masalah yang sedang terjadi.
Langkah ini diambil untuk mengenali akar masalah yang terjadi. Jadi anda bisa mendapatkan informasi seputar awal terjadinya konflik.
2. Diagnosa
Setelah mengetahui akar permasalahan yang terjadi, melakukan diagnosa perlu dilakukan untuk mengetahui langkah apa yang perlu diambil untuk menyelesaikan masalah.
Diagnosa dilakukan agar langkah yang diambil sesuai dengan permasalahan yang terjadi.
3. Menyepakati solusi
Setelah diagnosa dilakukan, langkah selanjutnya adalah menyepakati solusi yang diambil. Solusi yang diambil harus seimbang dan tidak berat sebelah.
Jadi tidak ada pihak yang merasa dirugikan satu sama lain. Agar tidak terjadi konflik yang berlanjut lebih lama lagi.
4. Pelaksanaan
Solusi yang telah disepakati kemudian harus dilaksanakan bersama. Semua pihak yang terlibat harus menyetujui dan tentu saja ikut melaksanakan solusi tersebut.
Karena sudah disepakati, maka pelaksanaan harus dilakukan bersama-sama untuk hasil yang terbaik.
5. Evaluasi
Melakukan evaluasi bersama-sama setelah konflik selesai adalah salah satu strategi manajemen konflik juga. Dengan adanya evaluasi, konflik-konflik serupa bisa dihindari di masa depan. Sehingga tidak perlu lagi terjadi konflik dalam satu perusahaan.
Oleh: Dhea Leviana, mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang.







