Budidaya Jamur Tiram Jadi Peluang Bisnis Generasi Milenial di Era Pandemic Mulai Usai

SEMARANG (iPOLICENews) – Awal tahun 2022, pandemic Covid-19 di Indonesia bisa tertangani dengan baik. Hal itu bisa terlaksana karena pemerintah bergerak cepat dalam memberikan vaksin dosis satu maupun dua ke seluruh masyarakat Indonesia.

Semua kegiatan yang dulu dibatasi sekarang ada kelonggoran, di sisi lain kita tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai prosedur.

Tahun kemarin (2021), banyak bisnis tanaman mulai memasuki trend, seperti Toga (Tanaman Obat Keluarga), tanaman hydroponic, tanaman jamur, dan lainnya.

Budidaya jamur tiram termasuk salah satu jenis agribisnis yang menguntungkan saat ini. Hal itu bisa terjadi karena permintaan pasar akan jamur tiram yang kian meningkat. Budidaya jamur tiram juga tergolong memiliki masa panen cukup cepat.

Panen jamur tiram dapat dilakukan dalam jangka waktu 40 hari setelah pembibitan atau setelah tubuh buah berkembang maksimal, yaitu sekitar 2-3 minggu setelah tubuh buah terbentuk. Biasanya laba bersih yang didapatkan yaitu Rp 2.500.000,- per bulan, bahkan bisa lebih tergantung dari jumlah yang dibudidayakan.

Ada beberapa tips budidaya jamur tiram yang harus dilakukan dengan baik dan benar,

1. Menyiapkan bibit jamur

Menyiapkan bibit jamur merupakan cara budidaya jamur tiram yang pertama. Memilih jamur tiram yang bagus dan berkualitas sangat penting. Sebaiknya beli bibit jamur dari petani yang sudah terbiasa membudidayakan jamur tiram sejak lama.

2. Siapkan kumbung

Kumbung atau rumah jamur merupakan tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Baglog sendiri merupakan media tanam untuk meletakkan bibit jamur tiram.

Kumbung biasanyya berupa bangunan atau ruangan yang diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Ruangan ini harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembapan.

3. Bersihkan kumbung sebelum ditanami

Pertama, kamu perlu membersihkan kumbung dan rak-rak dari kotoran.
Kedua, lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungsida di bagian dalam kumbung. Perlu diamkan selama 2 hari sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.

Terakhir, saat bau sudah hilang kamu bisa masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Di mana seluruh permukaannya sudah tertutupi dengan serabut putih.

4. Menyiapkan baglog

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, baglog merupakan media tanam untuk meletakkan bibit jamur tiram. Jamur tiram merupakan jamur kayu, jadi bahan utama dari baglog adalah serbuk gergaji.

Baglog dibungkus plastik silinder, di mana salah satu ujungnya diberi lubang. Di lubang inilah jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.

5. Merawat baglog

Sebelum menyusun baglog, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah, lakukan penyiaman untuk menambah kelembapan.

Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang tumbuh lebih lebar. Biarkan selama 3 hari, dan jangan disiram. Cukup siram pada bagian lantai saja.

Selanjutnya lakukan penyiraman dengan sprayer, sebaiknya penyiraman berbentuk kabut karena semakin baik 3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembapan kumbung. Kamu tetap perlu menjaga suhu pada kisaran 19-24 derajat Celcius.

6. Panen jamur tiram

Biasanya dalam waktu 2-3 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah dapat dipanen. Baglog jamur bisa dipanen 5-8 kali, bila perawatannya baik.

Oleh: Muhammad Ulin Nuha, mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Halaman ini telah dilihat: 69 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *