Kebumen (iPOLICENews) –Capaian dalam menekan angka kemiskinan kembali mengantarkan Pemerintah Kabupaten Kebumen meraih penghargaan nasional. Dua tahun berturut-turut, Kebumen dinobatkan sebagai penerima Mandaya Awards.
Pada tahun 2026 ini, Kebumen ditetapkan sebagai Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam Puncak Penganugerahan Mandaya Awards 2026 di Plaza BP Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Prestasi ini melanjutkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, Kebumen juga meraih Mandaya Awards untuk kategori yang sama di peringkat ketiga, yang kala itu diterima langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), keberhasilan Kebumen bukan tanpa alasan. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kebumen tercatat turun signifikan sebanyak 25.410 jiwa.
Rinciannya, pada 2024 jumlah warga miskin masih di angka 187.950 jiwa. Setahun kemudian, pada 2025, angka tersebut menyusut menjadi 162.540 jiwa.
Secara persentase, tingkat kemiskinan Kebumen juga terkoreksi dari 15,71 persen pada 2024 menjadi 13,58 persen pada 2025. Artinya, turun sebesar 2,13 poin persentase dalam satu tahun.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, bukan hanya pemerintah.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Penghargaan ini jadi penyemangat kami untuk terus membuka lapangan kerja seluas-luasnya, memperkuat pemberdayaan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Lilis dalam keterangan resminya, Rabu (28/10/2026).
Ajang Mandaya Awards 2026 sendiri diberikan kepada sejumlah daerah yang dinilai berhasil melakukan transformasi penanggulangan kemiskinan dari sekadar bantuan sosial menjadi pemberdayaan berkelanjutan.
Untuk wilayah Jawa Tengah, selain Kebumen, Kabupaten Pemalang dan Wonosobo juga meraih kategori Kabupaten Terbaik. Sementara Kabupaten Pekalongan meraih kategori Kabupaten Berkomitmen Tinggi dalam Penurunan Kemiskinan.
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan, Mandaya Awards menjadi simbol perubahan pendekatan, dimana masyarakat didorong untuk berdaya dan mandiri, bukan bergantung pada
( Aedy/IPN )







