Misteri Villa Suzana dan Hantu Suzanna

MISTERI & MITOS (iPOLICENews) – Siapa yang tak kenal Suzanna tokoh Ikonic di film bergenre Horor Indonesia. Di Semarang, Jawa tengah, ada satu lokasi yang pernah digunakan Suzanna untuk syuting film Beranak Dalam Kubur. Lokasi itu tak lain adalah sebuah rumah tua yang terletak di Jl. Teuku Umar, Kota Semarang.

Rumah yang dimiliki oleh Kolonel Purn Nursahit (82), sepintas memang tampak menyeramkan. Apalagi jika dilihat dari kejauhan.

Berada di kawasan perbukitan Jatingaleh, bangunan dua lantai itu dikelilingi berbagai macam pepohonan, yang mayoritas bunga kamboja.

Meski cat yang menempel di dinding terlihat baru, hal itu tak mengurangi kesan angker bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 3.600 meter persegi itu.

Terlebih lagi kalau melihat ke arah ruangan yang berada di lantai kedua. Ruangan di lantai kedua tampak kosong dan gelap, menambah kesan horor pada rumah peninggalan zaman penjajahan Belanda itu.

Konon rumah tersebut merupakan peninggalan seorang warga keturunan Tionghoa, Gwi Tian Ji. Gwi yang semasa hidup dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Semarang, membangun rumah seluas 800 meter persegi itu pada tahun 1910.

Tim Semarangker bersama Furi Harun menjelajah rumah tersebut, dan memang diakui rumah itu memiliki nuansa Horor yang kuat, terutama di Lantai dua yang konon menurut pemilik rumah sering didatangi orang untuk menyepi disana.

Setelah berkeliling, Master Pamuji dan Furi Harun menceritakan pengalaman mereka selama menjelajah di “Villa Suzanna”.

“Jadi yang pertama itu hantu sunderbolong yang ada di bathub, dia ini memang sosok jin yang menyerupai bunda Suzana. tapi bukan bunda Suzanna. dan ada sosok Noni Belanda yang bernama Maria, yang tadi minta mawar merah itu. Sama anak kecil juga yang minta permen.” Ungkap Furi menceritakan pengalamannya saat menjelajah rumah tersebut.

“Tadi bersama kak Fury kita menjelajah keatas, dan dikamar mandi itu memang ada sesosok sundel Bolong, tapi ternyata yang diluar rame juga, ada noni belanda, ada anak kecil dan ada yang merosot juga. Jadi di lantai dua memang lokasinya “wow” Spesial,” Imbuh Master Pamuji.

Selain disebut sebagai Villa Suzanna karena pernah dijadikan lokasi syuting salah satu film Suzanna, masyarakat disekitar juga sering melihat penampakan sosok berbaju putih yang diduga Sundel Bolong di rumah tersebut, dan masyarakatpun mulai menjuluki hantu tersebut sebagi Suzanna.

“jadi banyak yang lewat sini kemudian melihat sundel bolong, dan mereka bilang Suzzana, padahal bukan. Memang bunda Suzzana sendiri keturunan Belanda. Jadi pada saat orang melihat sosok putih itu mereka menyangkanya Bunda Suzzana, padahal bukan,” Jelas Furi, menanggapi fenomena hantu Suzanna yang dibuat masyarakat sekitar.

Furi juga menceritakan pengalam-pengalaman penjelajahannya, diantaranya rumah pesugihan dan dilokasi yang disbutnya kampung Wingit (dalam bahasa Jawa yang berarti keramat).

“Yang paling menyeramkan itu rumah-rumah bekas pesugihan. rumahnya masih lengkap, foto-fotonya masih terpajang. tapi orang0-orangnya sudah meninggal, dan meninggalnya tiba-tiba atau mendadak. Ada yang kena serangan jantung, ada yang anaknya kecelakaan, sehingga rumah tersebut mengandung banyak aura negatif, dan orang yang berada disana pasti cenderung diserang, takut mereka mengambil/ mengusai rumah tersebut,” Ungkap Furi.

“Waktu itu kita sedang berada di kampung yang winggit, kosong terbengkalai. Ada salah satu kru kita itu mau loncat dari lt. 3 pokoknya dari atas banget dan itu jendelanya terbuka jadi saya bener-bener nahan dengan badan saya, terus dipegangin sama kru yang lain, karena memang aura disana sangat powerfull, dan disana bener-bener rumah untuk pesugihan. ada yang belum bayar dengan “mereka” sehingga kampung ini sudah tidak bisa diapa-apain lagi,” Cerita Furi.

Furi pun juga menunjukan koleksi boneka arwahnya. tak tanggung-tanggung Furi mengaku memiliki 382 boneka arwah yang dikoleksinya.

“kalau boneka arwah total 382. jadi dari 382 saya punya Luk Thep dari Thailand dan sisanya kita ada yang dari Itali dan lain-lain,” Ungkapnya.

Master Pamuji kembali menekankan untuk menyikapi hal ghaib dengan bijak, karena apapun agama kita hanya kepada Tuhanlah kita meminta perlindungan dan pertolongan.

“oke, Angkers. be smart and wise dalam menanggapi hal yang ghaib. Ghaib itu ada tapi kita harus bijak menghadapinya. apapun agamamu hanya kepada Tuhan Yang Mahe Esa kita meminta pertolongan dan perlindungan.” Pungkas Master Pamuji. (RS)

Sumber : Semarangker TV 

Halaman ini telah dilihat: 464 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *