SEMARANG (iPOLICENews) – Transformasi digital menjadi topik bahasan hangat dalam beberapa tahun belakangan ini, tak terkecuali bagi para pelaku bisnis.
Dalam dunia bisnis, transformasi digital biasa dikaitkan dengan pemanfaatan teknologi, guna merubah proses bisnis secara drastis untuk perencanaan strategi agar lebih terintegrasi dengan digitalisasi.
Bisnis di era sekarang ini, apapun sektornya dan bagaimanapun skalanya membutuhkan transformasi digital, sebab proses berjalannya bisnis tidak bisa dilepaskan dengan penggunaan data dan teknologi yang merupakan ciri utama dari transformasi digital itu sendiri.
Dalam dunia bisnis, transformasi digital umumnya diterapkan di segala sektor, seperti sektor keuangan, human resource atau human capital, hingga sektor pemasaran.
Dalam sektor pamasaran sendiri, praktek transformasi digital biasanya dimulai dari penggeseran strategi pemasaran konvensional ke strategi pemasaran digital, atau yang biasa dikenal dengan digital marketing.
Perusahaan membutuhkan digital marketing untuk mempertahankan eksistensinya dalam persaingan pasar yang kompetitif, serta sebagai upaya meningkatkan efisiensi. Sebab strategi pemasaran konvensional terbukti tidak lagi efisien dan telah usang, sehingga banyak ditinggalkan.
Digital marketing merujuk pada segala proses pemasaran yang berbasis digital. Seorang ahli pemasaran yang bernama Chaffey menjelaskan bahwa digital marketing berkaitan dengan pengaplikasian teknologi dalam membangun hubungan dengan pasar secara online, di mana proses pembangunan hubungan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan platform-platform digital seperti melalui website, database, email marketing maupun social media marketing.
Singkatnya, digital marketing dapat didefinisikan sebagai aktivitas dengan strategi tertentu yang tujuannya adalah untuk mempromosikan sebuah produk atau brand, dengan memanfaatkan media digital untuk menarik konsumen, serta mencapai efisiensi proses pemasaran.
Digital marketing memiliki cakupan yang cukup luas dan beragam, karena metode hingga platform untuk aktualisasinya pun tidak monolitik alias tunggal.
Jenis-jenis digital marketing yang umum dijumpai dalam proses pemasaran diantaranya, ada website marketing, yaitu penggunaan website untuk memasarkan produk yang biasanya dilakukan dengan memanfaatkan sistem seperti SEO (search engine optimization) dan SEM (search engine marketing).
Jenis lain dari digital marketing adalah social media marketing, yaitu penggunaan berbagai macam sosial media seperti Instagram, facebook, twitter dan sosial media lainnya untuk melakukan pemasaran atau memasarkan produk dan digital advertising, yaitu pemanfaatan platform digital untuk mengiklankan produk maupun jasa seperti melalui Google Ads, Facebook Ads, Instagram Ads hingga Tiktok Ads.
Dengan berbagai jenis dan metode pemasarannya, digital marketing merupakan strategi pemasaran yang efektif di era transformasi digital seperti sekarang ini. Efektivitas digital marketing sebagai strategi pemasaran di era transformasi digital dapat dilihat melalui beberapa hal diantaranya :
1. Digital marketing membantu mempertahankan eksistensi perusahaan
Tidak dapat dipungkiri, di era transformasi digital ini kompetisi pasar menjadi semakin ketat. Dalam ketatnya kompetisi tersebut, perusahaan dituntut untuk tetap mengikuti perubahan strategi yang ada, diantaranya strategi pemasaran digital.
Dengan mengikuti perkembangan pasar melalui pemilihan strategi pemasaran digital atau digital marketing, perusahaan dapat mengikuti arus kompetisi pasar dan mempertahankan eksitensi serta profitnya.
2. Digital marketing meningkatkan efisiensi pemasaran
Melalui penerapan digital marketing, perusahaan dapat memetakan konsumen secara lebih spesifik dan terukur. Dengan pemetaan tersebut perusahaan akan dengan mudah mengetahui preferensi konsumen. Hal tersebut akan membuat proses pemasaran menjadi lebih efisien.
3. Digital marketing memperluas cakupan bisnis
Salah satu keunggulan dari digital marketing adalah keterjangkauan dan cakupannya yang sangat luas, aksesibilitasnya terhadap pelanggan juga sangat mudah sehingga memungkinkan untuk menjangkau banyak pelanggan atau konsumen, tanpa terhalang oleh waktu maupun kondisi geografis.
Melalui luasnya keterjangkauan tersebut, digital marketing mampu membuat cakupan bisnis menjadi lebih luas.
Oleh: Siti Muslicha (Mahasiswi FE Manajemen, Universitas Wahid Hasyim Semarang).







