Mendaki, Mengarungi Keelokan Semesta

SEMARANG (iPOLICENews) – Mendaki gunung merupakan perjalanan yang sangat membutuhkan waktu lama. Akan tetapi, hal ini tidak menjadi masalah bagi mereka yang mempunyai hobi mendaki.

Untuk yang belum mempunyai pengalaman mendaki akan lebih baik mencari medan yang mudah ditempuh dan mempersiapkan fisik, serta perlengkapan yang harus dibawa.

Ada 10 gunung tertinggi di Indonesia, antara lain, Puncak Jaya Wijaya, Puncak Mandala, Puncak Trikora, Gunung Kerinci, Gunung Rinjani, Gunung Semeru, Gunung Sanggar, Gunung Rantemario, Gunung Rantekambola, dan Gunung Slamet.

Salah satu gunung tertinggi yang pernah saya daki yaitu Gunung Slamet, yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Memiliki ketinggian 3.432 mdpl, gunung ini menjadi sasaran untuk pendakian.

Dengan medan yang cukup sulit, Gunung Slamet terletak diantara 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Tegal, Banyumas, Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang.

Saya melakukan pendakian di Gunung Slamet pada saat pandemi Covid-19. Pihak pendakian memberikan syarat untuk membawa surat keterangan sehat dan rapid-test. Saya melakukan pendakian dengan 5 orang teman dan berangkat pada pukul 10.00 WIB.

Setelah melewati beberapa kabupaten akhirnya sampailah di basecamp sekitar pukul 01.00 WIB. Dan kami sepakat untuk melakukan pendakian di pagi harinya.

Pagi hari sudah tiba, kami bergegas bersiap-siap melakukan pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Pada pukul 06.00 WIB, kami dengan semangat siap menaklukkan puncak Gunung Slamet. Setelah semuanya siap, kami melakukan registrasi dan menyiapkan energi dengan sarapan.

Saat keluar dari gapura Bambangan, terlihat banyak tukang ojek, tetapi kami tetap melakukan perjalanan dengan berjalan kaki.

Terlihat pemandangan perkebunan warga sangat beragam. Ada strawberry, bayam, dan lainnya. Tracking menuju puncak sudah terlihat, nampak pohon-pohon yang tinggi dan jalanan yang sudah tanah.

Pada pos satu kami menemukan adanya sungai kecil yang mengalir serta tanjakan yang sangat curam. Untuk pemula yang belum memiliki pengalaman mendaki, ini sangat berat untuk dilakukan. Lebih baik mendaki saat musim panas, karena jalanan dimusim hujan sudah terlihat sangat licin dan tidak ada campuran batu.

Perjalanan menuju pos satu lebih membutuhkan tenaga ekstra. Tampak pemandangan sekitar terlihat ada kabut yang sangat indah. Dalam perjalanan ini membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. Setelah sampai di pos satu, kami beristirahat sebentar dan melanjutkan menuju pos 2. Jalan yang sangat licin dan curam serta tanjakan yang membuat kami harus hati-hati.

Pada pos dua (Pondok Walang) ini berada pada ketinggian 2256 mdpl. Hujan deraspun turun dan kami memutuskan untuk memakai jas hujan. Kami melanjutkan perjalanan dengan jalur menanjak namun tetap menjaga keamanan. Setengah perjalanan menuju pos tiga kami menemukan warung dan kami sepakat untuk berhenti untuk istirahat.

Sampai pada pos tiga, yang merupakan camp yang biasa digunakan oleh pendaki untuk membangun tenda, kami tetap melanjutkan perjalanan hingga sampai di pos enam, dan kami memilih mendirikan tenda disana.

Pada sekitar pukul 03.00 WIB kami melakukan pendakian lagi untuk summit menuju puncak Gunung Slamet, setelah melewati 9 pos jalur pendakian yang berisi batu dan kerikil serta pasir.

Kami tetap harus berhati-hati karena jalan yang ditempuh cukup sulit. Perjalanan summit membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 3 jam.

Setelah sampai puncak, akhirnya kami menikmati suasana yang ada dan mengabadikan moment karena sudah final sampai di Puncak Gunung Slamet. Pada pukul 07.00 WIB, kamipun turun dari puncak dan kembali lagi di pos enam.

Kami semua beristirahat dan masak untuk sarapan pagi. Setelah semuanya selesai kita sepakat untuk turun ke basecamp pada pukul 10.00 WIB, dan tiba disana pada pukul 15.00 WIB.

Ada beberapa gunung yang disarankan untuk pemula, salah satunya yaitu Gunung Nglanggeran yang memiliki ketinggian 700 mdpl (meter diatas permukaan laut). Gunung ini terletak di Yogyakarta yang memiliki jalur setapak dari batu.

Adapula Gunung Andong yang terletak di Kabupaten Magelang Jawa Tengah yang memiliki ketinggian 1.726 mdpl sangat ramah untuk pendaki pemula. Untuk mendaki di gunung ini membutuhkan waktu kurang dari 3 jam.

Tanpa disadari aktivitas mendaki gunung ini sudah banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Dengan menempuh perjalanan yang cukup lama dan hambatan tidak bisa melihat kondisi cuaca saat di tengah hutan.

Setelah melakukan pendakian, harus melakukan peregangan otot untuk pemulihan, mengonsumsi makanan yang sehat, mengonsumsi banyak cairan guna mendehidrasi tubuh, serta membersihkan alat yang telah digunakan untuk mendaki.

Oleh: Muhamad Chasan Tri Rizal (Fakultas Ekonomi) Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Halaman ini telah dilihat: 132 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *