POLRI KERAHKAN RATUSAN PERSONEL TANGANI BANJIR DI PADANG, 500 PERSONEL GABUNGAN AMANKAN PERMUKIMAN WARGA

PADANG (iPOLICENews) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026). Melalui Polda Sumatera Barat, personel gabungan diterjunkan untuk membantu evakuasi warga, memberikan pelayanan kesehatan, menyalurkan bantuan, serta menjaga keamanan lingkungan yang terdampak banjir.

Penanganan bencana difokuskan di sejumlah lokasi, di antaranya Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh. Ratusan personel dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud), Polresta Padang, serta unsur pencarian dan pertolongan (SAR) bersama Basarnas dilibatkan dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Petugas melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak, sekaligus memastikan masyarakat dapat berpindah ke tempat yang lebih aman. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam laporan penanganan tersebut, seluruh warga di kawasan terdampak berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Meski demikian, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Warga diimbau tidak kembali menempati rumah yang masih berpotensi terendam sebelum dinyatakan aman oleh petugas.

Polri Siapkan Posko dan Pengamanan Rumah Warga

Untuk mendukung penanganan darurat, Polda Sumatera Barat juga menyiapkan posko pengungsian serta mengerahkan 500 personel gabungan Polri guna membantu menjaga keamanan rumah warga yang ditinggalkan selama proses evakuasi.

Keberadaan personel di lokasi diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang harus mengungsi akibat banjir.

Selain posko pengungsian, petugas mendirikan posko kesehatan dan posko SAR di kawasan terdampak. Fasilitas tersebut digunakan untuk memberikan pertolongan pertama, pelayanan medis, serta mendukung koordinasi apabila diperlukan evakuasi lanjutan.

Bantuan berupa pakaian juga disalurkan kepada anak-anak dan warga yang pakaian mereka basah akibat banjir. Sementara itu, kebutuhan logistik dan pelayanan kesehatan terus diberikan kepada para pengungsi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh perlindungan dan bantuan dasar selama berada di pengungsian.

Karo Penmas Polri: Keselamatan Warga Menjadi Prioritas

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi fokus utama dalam penanganan bencana. Polri berupaya mengoptimalkan pengerahan personel maupun sarana pendukung agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran.

“Prioritas utama dalam penanganan bencana adalah keselamatan masyarakat. Polri hadir untuk membantu proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, dan memastikan keamanan lingkungan warga terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta mengikuti arahan petugas,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Ia menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik hingga situasi kembali aman.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat juga diperlukan dalam menghadapi kondisi bencana. Warga diharapkan saling membantu, mematuhi arahan petugas, dan memanfaatkan fasilitas posko yang telah disediakan untuk memperoleh bantuan maupun informasi mengenai perkembangan situasi.

Warga Diminta Tetap Waspada terhadap Banjir Susulan

Di tengah upaya evakuasi dan pemulihan, masyarakat diimbau tidak mengabaikan potensi bahaya lanjutan, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai maupun kawasan dengan riwayat genangan perlu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan dan segera mencari tempat aman apabila situasi memburuk.

Masyarakat juga disarankan menghindari arus banjir, tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang, serta menjauh dari instalasi listrik yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, Basarnas, petugas kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan bencana. Selain memastikan proses evakuasi berlangsung aman, sinergi tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Melalui pengerahan personel, pendirian posko, penyaluran bantuan, serta pengamanan permukiman, Polri berupaya memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kota Padang.

Hingga berita ini disusun, informasi yang tersedia menyebutkan bahwa warga di lokasi penanganan berhasil dievakuasi tanpa laporan korban jiwa. Belum terdapat data terverifikasi mengenai perkembangan terbaru kondisi banjir, jumlah keseluruhan pengungsi, maupun tingkat kerusakan akibat bencana tersebut.

(Redaksi)

Halaman ini telah dilihat: 6 kali
Mari berbagi:

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *